Konsultan Tata Batas Areal IPPKH, Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH)
Alat Berat Yang Biasa Digunakan di Hutan
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Selain manfaat bagi lingkungan hidup,hutanjuga memberikan manfaat lain berupa manfaat ekonomi, baik berupa kayu dan hasil hutan lainnya Untuk memperoleh manfaat ekonomi dari hutan tersebut, maka berkembanglah industri kehutanan yang mempergunakan alat-alat berat untuk mendapatkan hasil hutan.
Industri kehutanan pada masa lalu menggunakan sistem padat kerja, namun saat ini telah berkembang menjadi sistem padat modal berupa penggunaan alat-alat berat dan berkurangnya tenaga teknis lapangan.
Namun pada industri hutan skala kecil, penggunaan alat berat akan dirasa kurang efesien karena membutuhkan modal awal yang cukup tinggi. Oleh karena itu, banyak industri kehutanan dalam skala kecil masih menggunakan tenaga manusia secara manual.Penggunaan alat berat kehutanan bukan tanpa alasan, tentu juga mempertimbangkan keuntungan ekonomis yang akan diperoleh pada industri hasil hutan skala besar. Keuntungan tersebut didapatkan oleh perusahaan pemegang izin IUPHHK-HA (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam) maupun IUPHHK-HT (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tanaman).
Pengertian Alat Berat
Alat berat adalah alat atau mesin dengan ukuran yang besar dan berfungsi untuk membantu pekerjaan manusia, seperti mengangkut barang dengan bobot yang berat dan besar.
Mesin pada alat berat berupa sistem mesin dengan daya yang sangat kuat, namun lambat jika dibandingkan mesin kendaraan transportasi.
Pada alat berat dalam bidang kehutanan, biasanya digunakan untuk mengambil dan mengangkut hasil hutan seperti penebangan pohon, pemotongan log, debarking, penyaradan, bongkar muat dan pengangkutan hasil hutan, seperti kayu gelondongan.
Berbagai Jenis Alat Berat Kehutanan
Penggunaan alat berat dalam bidang kehutanan tentu disesuaikan dengan fungsi kerja yang akan dikerjakan. Selain itu, pemilihan alat berat juga ditentukan oleh faktor harga alat berat, biaya operasional, suku cadang, operator, topografi, curah hujan, jenis tanah, sistem silvikultur, jenis hutan, dan sistem pemanenan (full tree, tree lenght, atau cut to lenght)
Adapun alat berat kehutanan yang biasanya digunakan di hutan Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Excavator
Excavator merupakan alat berat yang berfungsi untuk mengeruk tanah atau material lain yang perlu dipindahkan. Pengeruk ini memiliki keterbatasan yaitu hanya dapat memindahkan material kerukan dalam jarak dekat. Dalam sektor industri kehutanan, alat ini digunakan untuk pembuatan embung air, pengambilan tanah untuk persemaian dan pengambilan material longsor.
Commons Wikimedia
2. Loader
Loader atau sering juga disebut dengan kepiting oleh orang-orang yang bekerja dalam bidang kehutanan merupakan alat berat yang digunakan untuk bongkar muat log. Loader memiliki beberapa jenis antara lain loader untuk pertambangan dan kehutanan, dimana memiliki perbedaan pada bagian depan. Loader pertambangan menggunakan blade, sedangkan loader untuk kehutanan menggunakan penjepit.
Commons Wikimedia
3. Skidder
Skidder merupakan alat berat yang digunakan untuk penyaradan dan dapat digunakan disegala medan. Nama skidder berasal dari istilah bahasa Inggris, yaitu “skid” atau menyorong.
Commons Wikimedia
4. Delimber
Delimber adalah alat yang digunakan untuk excavator hidrolik. Fungsi alat ini adalah untuk memotong batang pohon dan mengulitnya, sehingga log akan mudah diangkut. Delimber biasanya digunakan dalam sistem pemanenan tree lenght. karena jika digunakan dalam sistem pemanenan full tree (seluruh bagian pohon diambil, termasuk daun dan dahan) atau cut to lenght (log dipotong berdasarkan kebutuhan) akan menghabiskan sumber daya.
propacindustries.com
5. Logging Truck
Untuk mengangkut hasil hutan berupa kayu ke tempat pengolahan seperti log pond, log yard atau TPK maka digunakan logging truck. Merek terkenal dari logging truck ini antara lain: Mitsubishi, Isuzu, Mercedes Benz, Nissan, dan Hino. Logging truck yang digunakan disesuaikan dengan hasil hutan yang akan diangkut. Truk untuk memuat hasil hutan ini memiliki motor dengan bahan bakar diesel dan memiliki tenaga yang kuat namun kecepatan yang tidak terlalu cepat.
dissolve.com
6. Kapal Ponton
Hampir sama dengan logging truck, fungsi kapal ponton juga digunakan untuk memuat hasil hutan. Bedanya, kapal ponton beroperasi di daerah perairan seperti sungai. Bentuk kapal ponton seperti rakit, dimana ditarik oleh kapal kecil. Umumnya kapal ponton digunakan oleh perusahaan kayu lapis, kayu serat, kayu partikel, dan lain sebagainya.
pagebd.com
7. Back Hoe
Back hoe merupakan gabungan dari 2 jenis alat berat yaitu excavator dan loader. Pada bagian depan back hoe dipasangi blade seperti loader dan pada bagian belakang dipasangi bucket untuk mengeruk material. Alat berat ini memiliki sistem kemudi 2 arah karena memiliki 2 fungsi, sehingga kursi operator dapat diputar 360 derajat.
tractors.tv
8. Feller Buncher
Feller buncher memiliki fungsi utama untuk menebang pohon dan mengumpulkan kayu hasil tebangan untuk kemudian dikuliti dan diangkut oleh forwarder. Alat ini memiliki mesin gergaji dan sistem penggenggam batang pohon. Umumnya mesin ini digunakan pada hutan dengan topografi datar atau tidak terlalu curam.
tigercat.com
9. Forwarder
Forwarder adalah alat berat yang digunakan dalam sektor kehutanan untuk mengangkut kayu log hasil penebangan. Karena menggunakan roda karet, biasanya forwarder digunakan untuk medan yang tidak terlalu berat.
deere.com
10. Harvester
Harverster merupakan mesin pemanen dan digunakan untuk melakukan penebangan pohon dengan sistem cut to lenght.
komatsuforest.us
11. Clambunk
Alat ini berfungsi untuk menahan pohon yang telah ditebang agar tidak roboh. Clambunk memiliki 2 bagian utama yaitu, grapple untuk menahan robohnya pohon tebangan dan penjepit log untuk menyarad kayu hasil tebangan.
12. Line Skidder
inovforest.com
Line skidder berfungsi untuk menyarad dengan alat sarad berupa kabel. Alat ini biasanya digunakan padan lokasi curam yang sulit dicapai oleh alat berat lainnya.
forestindustry.com
13. Grapple Skidder
Salah satu fungsi utama dari grapple skidder adalah untuk menyarad kayu dengan diameter yang besar. Grapple skidder memiliki kelemahan yaitu jika digunakan di lahan basah karena roda penggeraknya menggunakan ban karet.
topsimages.com
14. Motor Grader
Untuk masuk ke dalam hutan umumnya belum terdapat jalan untuk membawa alat berat menuju ke area penebangan. Motor grader memiliki fungsi untuk membuka dan membuat jalan dengan cara meratakan dan memindahkan material tanah atau batuan agar jalur dapat dilewati.
Kompensasi kawasan hutan untuk lahan pondok pesantren Nurul Ulum ini sudah memasuki tahap ketiga dan keempat. Saat ini, Bappeda Blitar juga sedang membahas tata batas dengan hasil yang sudah sesuai dengan lahan pengganti yang telah ditentukan. Hasil laporan itupun nantinya akan diserahkan kepada Menteri LHK sebagai penetapan kawasan hutan. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blitar melakukan peninjauan tapal batas lahan pengganti tukar menukar kawasan hutan pondok pesantren Nurul Ulum Sutojayan. Kawasan hutan yang dilakukan Tinjauan Lapang Batas ini berada di Desa Kaligambir dan Desa Sumbersih, Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar. “Hari ini kita lakukan peninjauan tapal batas lahan kompensasi Ponpes Nurul Ulum Sutojayan,” kata Perencana Ahli Muda Bappeda Blitar, Fia Laksono, Kamis (24/11/2022). “Hasil yang kita lakukan sudah sesuai lahan pengganti, sudah sesuai ketentuan, untuk selanjutnya diproses sebagai laporan kepada Menteri LHK sebagai bahan pen...
Sumatra Barat kehilangan hutan seluas 27.447 hektare selama 2022 berdasarkan analisis Citra Sentinel II yang dilakukan oleh tim Geographic Information System Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi. Luas tutupan hutan yang berkurang ini sebesar 1,5 persen dari total luas tutupan hutan di Sumatra Barat 1.744.549 hektare pada tahun 2021. Manajer Komunikasi KKI Warsi Rudi Syaf mengatakan penurunan tutupan hutan di Sumatra Barat disebabkan oleh banyak faktor. Dari pantauan Sentinel, hilangnya hutan terjadi di areal yang dibuka untuk perladangan dalam skala kecil di banyak tempat. Selain itu juga ada indikasi kegiatan ilegal dalam kawasan hutan, seperti untuk pertambangan emas tanpa izin. “Penghitungan tutupan hutan yang hilang ini kami lakukan di areal hutan alam di Sumatra Barat dengan analisis Citra Sentinel II dan tutupan hutan di Sumatra Barat mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” kata Rudi Syaf dalam jumpa pers Catatan Akhir Tahun KKI Warsi 2022 di Padang, Jumat, 23 Desem...
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, meminta masyarakat yang telanjur menanam sawit tanpa izin (ilegal) di kawasan hutan swadaya membentuk koperasi untuk mengikuti program perhutanan sosial sesuai aturan yang berlaku. "Sebaiknya warga membentuk koperasi agar mereka memiliki badan hukum untuk mengikuti program perhutanan sosial," kata Kepala KPH Kabupaten Mukomuko Aprin Sihaloho dalam keterangannya, di Mukomuko, Sabtu. Ia mengatakan hal itu terkait dengan upaya yang dilakukan instansinya untuk mencegah perambahan hutan yang dilakukan warga dan pengusaha di daerah maupun di luar daerah ini. Kemudian, katanya, warga yang tergabung dalam koperasi mengusulkan program perhutanan sosial kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia mengatakan saat ini sudah ada warga pemilik lahan perkebunan kelapa sawit seluas ratusan hektare dalam hutan di daerah ini yang berinisiatif membentuk koperasi. Selain itu, katanya, ada...
Komentar
Posting Komentar